Selasa, 05 Januari 2016

-Si ai en tei ei-

Ada secuil kebahagiaan kecil yang terpaut di hati ketika butiran lembut dari langit tumpah dengan bebasnya. Pikiran tentang cinta menyeruak jauh ke dalam lubuk hati bersama jatuhnya hujan yang menghantam ke dasar bumi.
Kali ini saat hujan turun, bolehkah aku membahas cinta?
Pernah gak sih, ngerasa semangat banget karena seseorang? Meskipun dia gak pernah tahu kalo dia alasan kita untuk semangat?
Pernah gak sih, tiba-tiba ngerasa bahagia aja kalo inget sosok dia? Walaupun dia berada jauh di sana, rasanya dia selalu dekat.
Pernah gak sih, ngerasa bangga banget sama prestasi dia? Meskipun itu semua gak ada hubungannya dengan kita. Kagum aja dengan apa yang dia lakukan.
Pernah gak sih, percaya banget sama seseorang? Seburuk apapun orang lain berkata tentang dia, tapi kita tetap percaya bahwa dia orang baik.
Pernah gak sih, ngerasa yakin banget sama seseorang? Yakin kalo dia juga ada rasa yang sama dengan kita. Yakin kalo kelak kita akan bersatu dengan dia.
Pernah gak sih, suka sama seseorang tapi kita gak pernah tahu cara mengungkapkan dan menunjukkan rasa itu ke dia? Alih-alih sayang, tapi malah sifat ‘jutek’ dan ‘cuek’ yang keluar.
Pernah gak sih, suka sama seseorang tapi justru menunjukkan rasa suka itu ke orang lain?  Suka sama dia tapi kita justru menjalani hubungan dengan orang lain? Sakit gak sih?
Pernah gak sih, ngerasa bersalah sama seseorang? Rasa bersalah yang mendalam? Bersalah karena udah nyakitin dia, buat dia sedih atau bahkan buat dia kecewa.
Pernah gak sih, merasa menyesal dengan apa yang telah kita lakukan? Menyalahkan diri sendiri dengan apa yang sudah terjadi? ‘Seandainya dulu aku gak kayak gitu’ Seandainya, seandainya dan seandainya.
Pernah gak sih, kecewa sama seseorang? Apakah benar dia seperti yang kamu kagumi selama ini?
Pernah gak sih, ngerasa sakit karena seseorang? Sakit kalo lihat dia dengan orang lain, sakit kalo tahu dia suka sama orang lain.
Pernah gak sih ngerasain semua itu dengan orang yang sama? Berkali-kali, berhari-hari, bertahun-tahun dan bertubi-tubi.
Pernah gak sih, berfikir untuk membuka hati untuk orang lain dan berfikir mungkin memang dia bukan yang terbaik. Tapi pada akhirnya kamu bertahan.
Salahkah jika kita mengagumi seseorang? Bahkan jika orang tersebut sudah menjalani hubungan dengan orang lain?
Salahkah perasaan yang selalu satu arah?
Sebenarnya cinta itu apa? Setiap orang punya pandangannya sendiri tentang cinta. Apakah cinta itu berubah-ubah? Apakah benar ini cinta ataukah hanya nafsu dan ambisi semata?
Satu hal yang selalu aku yakini tentang cinta. Cinta itu ikhlas, dan sumpah ikhlas itu gak mudah. Belajarnya pun seumur hidup.
Teorinya aku selalu paham, final dari kisah cinta dua insan manusia adalah pernikahan. Jodoh sudah diatur oleh Sang Maha Cinta. Jodoh tidak akan tertukar. Jika memang berjodoh, pasti akan bersatu. Pun jika tidak, sudah pasti akan mendapatkan yang terbaik. Aku selalu tahu itu. Tetapi sekali lagi, ikhlas itu tidak mudah.
Tetapi mungkin memang sudah sepatutnya aku memperbaiki niat. Semangat bukan karena orang lain. Memperbaiki diri bukan karena orang lain. Tapi semua memang untuk kebaikan diri sendiri.
Allah lah yang dapat membolak-balikkan hati ini. Pun perasaan ini adalah titipan yang diberikan oleh Sang Maha Cinta. Aku tidak akan pernah tahu bagaimana perasaanku kedepannya. Apakah rasa ini akan tetap sama ataukah akan digantikan dengan perasaan yang baru.
Bagaimanapun, aku akan tetap memilih untuk sendiri. Sampai suatu saat seseorang (entah siapa) siap untuk menghalalkan ku. Siap menjadi imam dan selalu membimbingku dalam kebaikan. Kapanpun itu.

Semoga prinsip ini tetap kokoh dan tidak goyah. Sudah terlalu banyak kesalahan yang telah aku lakukan. Aku selalu berharap yang terbaik untuk semua orang-orang yang aku sayangi. Pun aku selalu berharap yang terbaik untuknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar