Ada secuil kebahagiaan
kecil yang terpaut di hati ketika butiran lembut dari langit tumpah dengan
bebasnya. Pikiran tentang cinta menyeruak jauh ke dalam lubuk hati bersama jatuhnya
hujan yang menghantam ke dasar bumi.
Kali ini saat hujan
turun, bolehkah aku membahas cinta?
Pernah gak sih, ngerasa
semangat banget karena seseorang? Meskipun dia gak pernah tahu kalo dia alasan
kita untuk semangat?
Pernah gak sih,
tiba-tiba ngerasa bahagia aja kalo inget sosok dia? Walaupun dia berada jauh di
sana, rasanya dia selalu dekat.
Pernah gak sih, ngerasa
bangga banget sama prestasi dia? Meskipun itu semua gak ada hubungannya dengan
kita. Kagum aja dengan apa yang dia lakukan.
Pernah gak sih, percaya
banget sama seseorang? Seburuk apapun orang lain berkata tentang dia, tapi kita
tetap percaya bahwa dia orang baik.
Pernah gak sih, ngerasa
yakin banget sama seseorang? Yakin kalo dia juga ada rasa yang sama dengan
kita. Yakin kalo kelak kita akan bersatu dengan dia.
Pernah gak sih, suka
sama seseorang tapi kita gak pernah tahu cara mengungkapkan dan menunjukkan
rasa itu ke dia? Alih-alih sayang, tapi malah sifat ‘jutek’ dan ‘cuek’ yang
keluar.
Pernah gak sih, suka
sama seseorang tapi justru menunjukkan rasa suka itu ke orang lain? Suka sama dia tapi kita justru menjalani
hubungan dengan orang lain? Sakit gak sih?
Pernah gak sih, ngerasa
bersalah sama seseorang? Rasa bersalah yang mendalam? Bersalah karena udah
nyakitin dia, buat dia sedih atau bahkan buat dia kecewa.
Pernah gak sih, merasa
menyesal dengan apa yang telah kita lakukan? Menyalahkan diri sendiri dengan
apa yang sudah terjadi? ‘Seandainya dulu aku gak kayak gitu’ Seandainya,
seandainya dan seandainya.
Pernah gak sih, kecewa
sama seseorang? Apakah benar dia seperti yang kamu kagumi selama ini?
Pernah gak sih, ngerasa
sakit karena seseorang? Sakit kalo lihat dia dengan orang lain, sakit kalo tahu
dia suka sama orang lain.
Pernah gak sih
ngerasain semua itu dengan orang yang sama? Berkali-kali, berhari-hari,
bertahun-tahun dan bertubi-tubi.
Pernah gak sih,
berfikir untuk membuka hati untuk orang lain dan berfikir mungkin memang dia
bukan yang terbaik. Tapi pada akhirnya kamu bertahan.
Salahkah jika kita
mengagumi seseorang? Bahkan jika orang tersebut sudah menjalani hubungan dengan
orang lain?
Salahkah perasaan yang
selalu satu arah?
Sebenarnya cinta itu
apa? Setiap orang punya pandangannya sendiri tentang cinta. Apakah cinta itu
berubah-ubah? Apakah benar ini cinta ataukah hanya nafsu dan ambisi semata?
Satu hal yang selalu
aku yakini tentang cinta. Cinta itu ikhlas, dan sumpah ikhlas itu gak mudah. Belajarnya
pun seumur hidup.
Teorinya aku selalu
paham, final dari kisah cinta dua insan manusia adalah pernikahan. Jodoh sudah
diatur oleh Sang Maha Cinta. Jodoh tidak akan tertukar. Jika memang berjodoh, pasti
akan bersatu. Pun jika tidak, sudah pasti akan mendapatkan yang terbaik. Aku selalu
tahu itu. Tetapi sekali lagi, ikhlas itu tidak mudah.
Tetapi mungkin memang
sudah sepatutnya aku memperbaiki niat. Semangat bukan karena orang lain. Memperbaiki
diri bukan karena orang lain. Tapi semua memang untuk kebaikan diri sendiri.
Allah lah yang dapat
membolak-balikkan hati ini. Pun perasaan ini adalah titipan yang diberikan oleh
Sang Maha Cinta. Aku tidak akan pernah tahu bagaimana perasaanku kedepannya. Apakah
rasa ini akan tetap sama ataukah akan digantikan dengan perasaan yang baru.
Bagaimanapun, aku akan
tetap memilih untuk sendiri. Sampai suatu saat seseorang (entah siapa) siap
untuk menghalalkan ku. Siap menjadi imam dan selalu membimbingku dalam
kebaikan. Kapanpun itu.
Semoga prinsip ini
tetap kokoh dan tidak goyah. Sudah terlalu banyak kesalahan yang telah aku
lakukan. Aku selalu berharap yang terbaik untuk semua orang-orang yang aku
sayangi. Pun aku selalu berharap yang terbaik untuknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar