Entah gimana mulai
terbentuknya 7 alay. Dari sekian banyak nama perkumpulan persahabatan, entah
kenapa nama yang dipilih ‘7 alay’. Ini kerjaan Balqis yang pertama kali
mencetuskan nama 7 alay.
Tidak ada arti khusus
nama 7 alay. Hanya perkumpulan tujuh wanita alay yang sukanya heboh. Kami bukanlah
sebuah geng atau perkumpulan orang yang membentuk geng dan menutup diri dengan
orang luar. Kami masih bersosialisi dengan orang lain dan dengan organisasi
kami masing-masing. Ini hanya semacam sahabat dekat yang saling ‘nyambung’ kalo
lagi kumpul. Peraturannya sederhana, yang gak alay dihukum. Entah apa
maksudnya.
Tujuh anak manusia
dengan karakter berbeda-beda kumpul di satu fakultas yang sama, Farmasi Universitas
Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Singkat cerita, sahabatan dengan mereka sejak
semester satu. Curhat bareng, kumpul bareng dan seneng-seneng bareng kayak anak
remaja pada umumnya. Ya sekarang mungkin udah gak pantes lagi buat dibilang
remaja. Kumpul bersama mereka bagaikan kumpul bersama keluarga. Rasanya nyatu
aja.
Kumpulan anak-anak kalo
ngomong gak bisa ‘santai’, gak bisa ‘selo’. Kumpul dengan mereka gak akan
kesepian. Percaya. Berisiknya dari sabang sampai merauke. Kumpul tujuh orang
rasanya tujuh puluh orang.
Kakak tertua dari 7
alay, Azmi Indah Puspita. Asal Brebes kelahiran 17 desember 1993. Pecinta warna
biru. Panggilan awal kita buat kakak Azmi sih, awalnya ‘bude’. Tapi makin
kesini jadi panggil kakak Azmi. Pernah denger anak-anak kelas bilang, orang
yang paling pendiem diantara kita ber-7 adalah Azmi. Sumpah, aku gak terima
dengan pernyataan itu. Mereka gak tahu aja klo azmi sudah ngomel kayak gimana. Apalagi
kakak tertua ini gak boleh di lawan, nanti kualat. Tapi ya kakak tertua ini
cukup hebat sih, mengayomi kita ‘adik-adiknya’. Walaupun Kakak Azmi ini perempuan,
tapi kesukaannya club bola. Fans berat club bola Chelsea. Tapi kakak Azmi
sekarang juga penggemar boyband cilik coboy junior.
Kakak kedua, Ayu Nabila
Haqq. Lebih sering dipanggil dengan sebutan kakak Nabil. Padalah dulu kita suka
bilang ‘Oma Nabil’. Wong Jogja. Lahir tanggal 03 Januari 1994. Kakak Nabil suka
banget sama warna merah. Perubahan yang tampak dari Nabil ya perubahan berat
badan. Gak jauh beda lah ya kayak aku, naiknya semester berbanding lurus dengan
naiknya berat badan. Kakak Nabil pecinta boneka monyet. Kakak Nabil sekarang
juga sama dengan kakak Azmi pecinta boyband cilik coboy junior.
Eryona Azizun Rosyida.
Asal Lombok, asli Jawa. Lahir di Sleman, 02 Maret 1994. Hmm, kadang bisa
membuat muka jutek, kadang ceria ketawa bahagia gak ada beban. Dulu kita
panggil Yona dengan sebutan ‘mamah’. Sekarang sih udah gak pernah panggil
dengan sebutan itu. Kadang panggil Yona, Ery, Eryon, atau Ngajijun. Tapi aku
sih lebih suka panggil Jijun. Warna favorite-nya ungu, tapi gak suka sama grup
band ‘ungu’. Suka banget sama Korea dan apapun tentang Korea. Boyband
favorite-nya 2PM dan tergila-gila dengan Taecyeon. Tapi Eryona sering jadi partner aku nonton
konser Sheila On 7.
Dewi Sekar Arum
Kartika. Asal Lampung, asli Jawa. Perempuan keriting kelahiran 21 April 1994
ini biasa kita panggil ‘mamih’. Mamih Sekar. Ya karena jiwanya yang keibuan
mungkin. Kalo rumah kontrakan kotor, dia ngomel. Habis makan harus diberesin,
cuci piringlah, apalah. Walaupun sambil ngomel-ngomel, tetap aja dikerjain
sendiri sama sekar, yang penting bersih. Bagus lah ya ada mamih-mamih begini. Mamih
Sekar adalah seorang IMM sejati. Muhammadiyah joss!! Ketika kita semua sudah
demisioner dari organisasi, baik itu BEM ataupun IMM, Sekar justru naik jabatan
menjadi skeretaris koorkom, apalah itu IMM Universitas. Mamih Sekar entah bisa
dibilang tomboy atau feminim, tapi yang jelas warna kesukaannya ‘pink’. Kesannya
cewek banget.
Balqis Hanifa Zahra.
Asli jogja yang lahir tanggal 08 Juni 1994. Dulu sih suka dipanggil Buyut Balqis.
Tapi sekarang sih panggil Balqis-Balqis aja. Balqis pemilik lidah paling ‘tajam’
untuk bagian pem-bully-an. Ada aja kata-kata kreatif yang keluar dari bibir
perempuan ini. Mungkin karena memang terlalu banyak buku yang habis dibaca nya
terutama novel, jadi bisa dengan mudah mengeluarkan kata-kata. Sama kayak Yona,
Balqis juga pecinta gila Korea dan suka banget sama boyband infinite. Katanya
dia suka warna kuning. Entah apa yang menarik dari warna kuning. Mungkin karena
kuning itu cerah, secerah harapan-harapan masa depan Balqis.
Inas Shoofi Awaliyah. Jawa-Sunda.
Asal kebumen. Inas si adek bungsu kelahiran 06 Februari 1995. Awalnya sih mau
di panggil ‘si mbok’. Tapi gak jadi, cukup panggil dedek alay aja. Walaupun Inas
adek bungsu kita, percaya atau engga sebenernya Inas adalah anak pertama di
keluarganya. Inas punya satu adik perempuan dan adik laki-laki. Nah, kalo mau cari
kata-kata bijak maupun kata-kata galau, Inas tempatnya. Suka koleksi
quote-quote gitu. Warna kesukaannya sama kayak aku. Hijau. Iya, hijau memang
indah. Kadang lucu lihat tampang inas kalo lagi khawatir sama temen-temennya. Tapi
menyenangkan ketika dikhawatirkan. Inas sama kayak Yona, partner aku buat
nonton konser Sheila On 7.
Aku kakak termuda dari
anak-anak alay. Kakak dari inas dan adik dari mereka semua. Dulu sih dipanggil ‘tante’,
tapi sekarang ‘mak’, diambil dari nama ‘ismak’. Ya walaupun aku yang paling
nyebelin karena sering pasang muka ‘bete’ dan kelakuan nyebelin lain-lainnya (maaf
ya gais), tapi aku sayang kalian kok. ^^
Pada intinya, kisah
cinta kita bertujuh juga gak jauh berbeda. Karena itu setiap orang bisa jadi ‘mangsa
empuk’ buat dibully. Gantian proses ‘pem-bully-an’. Entah mungkin ada
kenikmatan dan kebahagian tersendiri saling lempar ledekan dan tawa tentang
kisah cinta kita yang gak pernah mulus. Tapi kita semua sama. Meskipun sama-sama
suka saling mem-bully, aslinya kita gak akan terima kalo salah satu dari kita
tersakiti, apalagi karena cowok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar