Selasa, 05 Januari 2016

-7 Alay-

Entah gimana mulai terbentuknya 7 alay. Dari sekian banyak nama perkumpulan persahabatan, entah kenapa nama yang dipilih ‘7 alay’. Ini kerjaan Balqis yang pertama kali mencetuskan nama 7 alay.
Tidak ada arti khusus nama 7 alay. Hanya perkumpulan tujuh wanita alay yang sukanya heboh. Kami bukanlah sebuah geng atau perkumpulan orang yang membentuk geng dan menutup diri dengan orang luar. Kami masih bersosialisi dengan orang lain dan dengan organisasi kami masing-masing. Ini hanya semacam sahabat dekat yang saling ‘nyambung’ kalo lagi kumpul. Peraturannya sederhana, yang gak alay dihukum. Entah apa maksudnya.
Tujuh anak manusia dengan karakter berbeda-beda kumpul di satu fakultas yang sama, Farmasi Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Singkat cerita, sahabatan dengan mereka sejak semester satu. Curhat bareng, kumpul bareng dan seneng-seneng bareng kayak anak remaja pada umumnya. Ya sekarang mungkin udah gak pantes lagi buat dibilang remaja. Kumpul bersama mereka bagaikan kumpul bersama keluarga. Rasanya nyatu aja.
Kumpulan anak-anak kalo ngomong gak bisa ‘santai’, gak bisa ‘selo’. Kumpul dengan mereka gak akan kesepian. Percaya. Berisiknya dari sabang sampai merauke. Kumpul tujuh orang rasanya tujuh puluh orang.
Kakak tertua dari 7 alay, Azmi Indah Puspita. Asal Brebes kelahiran 17 desember 1993. Pecinta warna biru. Panggilan awal kita buat kakak Azmi sih, awalnya ‘bude’. Tapi makin kesini jadi panggil kakak Azmi. Pernah denger anak-anak kelas bilang, orang yang paling pendiem diantara kita ber-7 adalah Azmi. Sumpah, aku gak terima dengan pernyataan itu. Mereka gak tahu aja klo azmi sudah ngomel kayak gimana. Apalagi kakak tertua ini gak boleh di lawan, nanti kualat. Tapi ya kakak tertua ini cukup hebat sih, mengayomi kita ‘adik-adiknya’. Walaupun Kakak Azmi ini perempuan, tapi kesukaannya club bola. Fans berat club bola Chelsea. Tapi kakak Azmi sekarang juga penggemar boyband cilik coboy junior.
Kakak kedua, Ayu Nabila Haqq. Lebih sering dipanggil dengan sebutan kakak Nabil. Padalah dulu kita suka bilang ‘Oma Nabil’. Wong Jogja. Lahir tanggal 03 Januari 1994. Kakak Nabil suka banget sama warna merah. Perubahan yang tampak dari Nabil ya perubahan berat badan. Gak jauh beda lah ya kayak aku, naiknya semester berbanding lurus dengan naiknya berat badan. Kakak Nabil pecinta boneka monyet. Kakak Nabil sekarang juga sama dengan kakak Azmi pecinta boyband cilik coboy junior.
Eryona Azizun Rosyida. Asal Lombok, asli Jawa. Lahir di Sleman, 02 Maret 1994. Hmm, kadang bisa membuat muka jutek, kadang ceria ketawa bahagia gak ada beban. Dulu kita panggil Yona dengan sebutan ‘mamah’. Sekarang sih udah gak pernah panggil dengan sebutan itu. Kadang panggil Yona, Ery, Eryon, atau Ngajijun. Tapi aku sih lebih suka panggil Jijun. Warna favorite-nya ungu, tapi gak suka sama grup band ‘ungu’. Suka banget sama Korea dan apapun tentang Korea. Boyband favorite-nya 2PM dan tergila-gila dengan Taecyeon.  Tapi Eryona sering jadi partner aku nonton konser Sheila On 7.
Dewi Sekar Arum Kartika. Asal Lampung, asli Jawa. Perempuan keriting kelahiran 21 April 1994 ini biasa kita panggil ‘mamih’. Mamih Sekar. Ya karena jiwanya yang keibuan mungkin. Kalo rumah kontrakan kotor, dia ngomel. Habis makan harus diberesin, cuci piringlah, apalah. Walaupun sambil ngomel-ngomel, tetap aja dikerjain sendiri sama sekar, yang penting bersih. Bagus lah ya ada mamih-mamih begini. Mamih Sekar adalah seorang IMM sejati. Muhammadiyah joss!! Ketika kita semua sudah demisioner dari organisasi, baik itu BEM ataupun IMM, Sekar justru naik jabatan menjadi skeretaris koorkom, apalah itu IMM Universitas. Mamih Sekar entah bisa dibilang tomboy atau feminim, tapi yang jelas warna kesukaannya ‘pink’. Kesannya cewek banget.
Balqis Hanifa Zahra. Asli jogja yang lahir tanggal 08 Juni 1994. Dulu sih suka dipanggil Buyut Balqis. Tapi sekarang sih panggil Balqis-Balqis aja. Balqis pemilik lidah paling ‘tajam’ untuk bagian pem-bully-an. Ada aja kata-kata kreatif yang keluar dari bibir perempuan ini. Mungkin karena memang terlalu banyak buku yang habis dibaca nya terutama novel, jadi bisa dengan mudah mengeluarkan kata-kata. Sama kayak Yona, Balqis juga pecinta gila Korea dan suka banget sama boyband infinite. Katanya dia suka warna kuning. Entah apa yang menarik dari warna kuning. Mungkin karena kuning itu cerah, secerah harapan-harapan masa depan Balqis.
Inas Shoofi Awaliyah. Jawa-Sunda. Asal kebumen. Inas si adek bungsu kelahiran 06 Februari 1995. Awalnya sih mau di panggil ‘si mbok’. Tapi gak jadi, cukup panggil dedek alay aja. Walaupun Inas adek bungsu kita, percaya atau engga sebenernya Inas adalah anak pertama di keluarganya. Inas punya satu adik perempuan dan adik laki-laki. Nah, kalo mau cari kata-kata bijak maupun kata-kata galau, Inas tempatnya. Suka koleksi quote-quote gitu. Warna kesukaannya sama kayak aku. Hijau. Iya, hijau memang indah. Kadang lucu lihat tampang inas kalo lagi khawatir sama temen-temennya. Tapi menyenangkan ketika dikhawatirkan. Inas sama kayak Yona, partner aku buat nonton konser Sheila On 7.
Aku kakak termuda dari anak-anak alay. Kakak dari inas dan adik dari mereka semua. Dulu sih dipanggil ‘tante’, tapi sekarang ‘mak’, diambil dari nama ‘ismak’. Ya walaupun aku yang paling nyebelin karena sering pasang muka ‘bete’ dan kelakuan nyebelin lain-lainnya (maaf ya gais), tapi aku sayang kalian kok.  ^^
Pada intinya, kisah cinta kita bertujuh juga gak jauh berbeda. Karena itu setiap orang bisa jadi ‘mangsa empuk’ buat dibully. Gantian proses ‘pem-bully-an’. Entah mungkin ada kenikmatan dan kebahagian tersendiri saling lempar ledekan dan tawa tentang kisah cinta kita yang gak pernah mulus. Tapi kita semua sama. Meskipun sama-sama suka saling mem-bully, aslinya kita gak akan terima kalo salah satu dari kita tersakiti, apalagi karena cowok.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar