Senin, 11 Januari 2016

Menurutmu, apa arti kehidupan??

Mungkin aku lupa hakikat kehidupan. Kenapa aku hidup? Kenapa aku dilahirkan? Dan kenapa aku ada di dunia ini?  Entah apa itu kehidupan. Kita hidup untuk mati. Kita hidup untuk kembali dan pulang kepada-Nya. Kita hidup bukan untuk membuat semua orang bahagia, tetapi kita hidup agar kita berguna dan bermanfaat bagi orang lain. Sebaik apapun perbuatan kita, belum tentu semua orang akan berkomentar baik tentang kita. Bukankah memang begitu kehidupan? Kita hidup, kita yang menjalani-baik buruk nya. Setiap orang mempunyai hak nya masing-masing berkomentar atas hidup orang lain.
Orang bijak bilang; “Sebaik apapun orang lain menilai tentang kita, hanya kitalah yang paling tahu apakah memang kita sebaik itu. Pun sebaliknya, seburuk apapun orang lain menilai kita, hanya kita jugalah yang paling tahu apakah memang kita seburuk itu.”
Kita hidup untuk kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan. Lantas kenapa kita mempersulit hidup kita sendiri?
Terkadang aku terlalu berambisi sehingga aku lupa bahwa aku telah jauh melewati batas. Kata ayah, mempunyai ambisi yang besar memang bagus, tetapi juga harus tahu bagaimana kemampuan diri.
Banyak hal yang ingin aku kejar, banyak pengalaman yang ingin aku lalui, pun banyak prestasi yang ingin aku capai. Sungguh manusia tidak pernah puas. Memiliki rasa ambisi yang tinggi memang bagus untuk pengembangan diri, tetapi terkadang hal tersebut justru membuat aku lupa untuk bersyukur. Aku lupa bahwa segala sesuatu sudah menjadi ketentuan-Nya.
Aku memang bukan seseorang yang fokus. Kepribadianku buruk, aku terlalu mudah goyah dan gampang terpengaruh terhadap lingkungan.
Diusiaku yang terbilang bukan remaja lagi, sudah sepatutnya aku mengerti baik dan buruk. Aku bukan lagi seorang abg yang sedang sibuk mencari jati diri dan ingin mencoba banyak hal. Selalu penasaran dengan hal-hal yang menarik perhatian. Aku seharusnya sudah fokus untuk menata kehidupan di masa depan kelak. Tidak selamanya aku seperti ini, selalu bersama orang tua. Kata ayah, suatu hari nanti akan tiba saatnya aku menjadi orang tua, mengahadapi kehidupan nyata, bertanggungjawab akan banyak hal dan lain sebagainya. Sebelum hari itu tiba, sudah sepatutnya aku mempersiapkan diri.
Hakikatnya, hidup itu sederhana. Tetapi terkadang manusia lah yang membuatnya terlihat rumit.
Kebahagiaan terbesar dalam hidup ini adalah ketika kita bisa memberi sesuatu untuk orang lain. Ketika kita terlahir, kita menangis dan semua orang tersenyum. Maka, jalanilah hidup dengan sebaik-baiknya agar saat kita tiada, kita tersenyum dan semua orang menangis.
Dwi Ismayati

Yogyakarta, 11 Januari 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar