Senin, 14 November 2016

Kenali Apoteker (Part 4) Apoteker dan Kosmetik

Kenali Apoteker (part 4)
Kosmetik dan Apoteker

Tau kan kosmetik itu apa?

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 445/MenKes/Permenkes/1998
“kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin bagian luar), gigi, dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit”

Terkadang seseorang menganggap dirinya 'natural tanpa kosmetik'. Tapi saya yakin hampir semua orang setiap hari menggunakan kosmetik, tak terkecuali laki-laki. Dari definisi kosmetik, kita tahu bahwa kosmetik bukan hanya bedak, lipstik, maskara, eyeliner, eyeshadow atau blush on. Tetapi shampo, sabun dan pasta gigi juga merupakan kosmetik. Beberapa orang masih belum bisa membedakan antara kosmetik dan alat make-up.

Lalu, siapa yang membuat dan memproduksi kosmetik? Pernah mendengar pernyataan tentang 'sedang perawatan krim dokter'. Atau pernah mendengar bahwa pembuat krim wajah adalah Apoteker? Pernah tau kalau anak Teknik Kimia yang buat kosmetik?

Mungkin sebagian orang pernah mendenger tentang dokter dan teknik kimia membuat kosmetik. Tapi Apoteker? Apa hubungannya kosmetik dengan Apoteker? Bukankah Apoteker adalah ahli obat? Bahkan apoteker terlalu identik dengan Apotek(ker). Iya, Apoteker memang ahli obat. Tapi tanggungjawab Apoteker bukan hanya tentang obat.

Pengertian Sediaan Farmasi menurut Pasal 1 angka 4 Undang-undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan (selanjutnya UU Kesehatan) Sedian farmasi adalah OBAT, BAHAN OBAT, OBAT TRADISIONAL dan KOSMETIKA.

Farmasis (Apoteker) itu bukan cuman menjual dan mendistribusikan obat yang kita minum. Tapi Apoteker juga lah yang MEMBUAT, MEMPRODUKSI, MENGEMBANGKAN dan MENGAWASI produk farmasi lainnya, termasuk kosmetik.

Kembali ke kosmetik. Selain memproduksi kosmetik seperti pasta gigi, sabun, shampo dan lain sebagainya, apoteker juga meracik krim wajah. Krim wajah racikan Apoteker biasanya hanya akan didapatkan di sebuah klinik kecantikan resmi atau produk dengan sertifikasi BPOM yang pastinya aman untuk digunakan. Ketika seseorang berkonsultasi dengan tenaga medis kesehatan mengenai perawatan kulit yang sesuai untuk kulitnya, krim perawatan yang diberikan tentunya racikan Apoteker yang memang sesuai dengan jenis dan tipe kulit yang dimiliki, sehingga nantinya efek yang tidak diinginkan semakin diminimalisir. Karena tiap individu memiliki jenis dan tipe kulit yang berbeda-beda sehingga jenis krim perawatannya pun berbeda pula. Krim perawatan yang dibuat oleh tenaga Apoteker professional menggunakan bahan-bahan dan formula yang sesuai dan berdasarkan kebutuhan konsumen.

Nah, jadi tugas dan tanggungjawab Apoteker lebih dari itu. Yuk kenali Apoteker. Maka kamu akan menemukan sisi kerennya Apoteker. 😆😆😆
Semoga Manfaat.
DWI ISMAYATI
14 November 2016