Senin, 19 November 2018

Fenomena TKP tentang nilai ambang batas SKD pada pengadaaan CPNS 2018.


*Hanya sebuah opini pribadi*
Oleh Dwi Ismayati

Fenomena TKP tentang nilai ambang batas SKD
pada pengadaaan CPNS 2018.

Banyak pelamar CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) 2018  yang tak memenuhi passing grade atau nilai ambang batas pada pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). TKP (Tes Karakteristik Pribadi) disebut-sebut menjadi yang tersulit dalam SKD CPNS tahun ini. Passing grade untuk TKP memang memiliki nilai ambang batas minimal yang paling tinggi daripada TWK dan TIU. Saya sendiri merupakan salah satu pelamar CPNS yang gagal pada ujian SKD dikarenakan nilai TKP yang tidak mencapai nilai ambang batas, meskipun nilai Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU) sudah lolos. Hanya kurang satu poin saja pada nilai TKP, maka tetap dianggap tidak lolos. Artinya semua passing grade TWK, TIU dan TKP harus dipenuhi passing grade-nya untuk lulus tahap SKD agar bisa lanjut ke tahap SKB (Seleksi Kompetensi Bidang).

TKP merupakan salah satu rangkaian tes yang penting. Pada uji TKP ini, peserta diberikan soal yang didalamnya mengandung soal cerita bagaimana cara menghadapi masalah / persoalan yang ada, dan bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut dengan tujuan untuk menilai karateristik pribadi seseorang. Pada uji TKP ini tidak ada jawaban yang pasti atau tidak ada jawaban yang salah seperti pada tes TWK dan TIU. Jawaban yang paling sesuai akan mendapatkan poin 5 dan jawaban yang paling kurang sesuai mendapatkan poin 1 dari kelima pilihan jawaban multiple choice.

Saya pernah mengikuti pelatihan wawancara profesional memasuki dunia kerja yang diberikan oleh beberapa orang Psikolog profesional di Yogyakarta. Pelatihan tersebut memberikan berbagai tips dan praktek langsung menghadapi wawancara kerja, salah satu nya mengenai bagaimana cara menjawab pertanyaan terkait karakteristik pribadi seseorang.

Misalnya, ketika pewawancara bertanya:
“Bagaimana sikap anda jika anda adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan. Pada suatu hari anda sedang memiliki banyak tugas urgent yang harus diselesaikan pada hari itu juga. Pekerjaan tersebut sangat penting. Pada saat bersamaan, anda mendapatkan kabar bahwa anak anda sedang sakit dan mengalami demam tinggi. Apa yang akan anda lakukan?”

Berdasarkan pertanyaan tersebut, jawaban bisa bervariasi. Dan memang tidak ada jawaban yang salah.

Anda bisa menjawab:
“Saya memilih untuk tetap mengerjakan pekerjaan saya, karena bagi saya bekerja harus bertanggungjawab dan profesional, tidak boleh mencampur adukan masalah pribadi dengan pekerjaan. Saya memiliki loyalitas yang tinggi dalam bekerja, tekun dan ulet. Saya bekerja keras untuk anak-anak saya. Bagi saya, anak-anak saya sangat penting, begitu pula dengan pekerjaan juga penting, karena saya bekerja pun untuk menafkahi anak anak saya. Saya bisa menitipkan anak saya dengan neneknya (Ibu saya). Dalam kasus ini, saya akan menyelesaikan tugas saya dengan segera agar dapat segera pulang untuk merawat anak saya yang sedang sakit.”

Atau Anda juga bisa menjawab:
“Saya akan memilih untuk pulang dan merawat anak saya yang sedang sakit. Karena bagi saya, anak adalah nomor satu dan segala nya bagi saya. Meskipun begitu, saya tidak akan serta merta meninggalkan  tanggungjawab saya di kantor. Saya akan meminta tolong kepada rekan kerja saya untuk menangani pekerjaan saya sementara waktu jika itu memang benar-benar penting. Setelah melihat kondisi anak saya, dan jika memungkinkan saya akan segera kembali ke kantor dan mengerjakan tugas dan tanggungjawab saya.”

Dari kedua jawaban tersebut, tidak ada yang bisa disalahkan. Meskipun kedua jawaban tersebut sangat bertolak belakang. Tergantung bagaimana seseorang menyikapi masalah tersebut.

Dari pelatihan yang saya dapat dalam menghadapi wawancara profesional, saya belajar bahwa setiap orang memiliki karakteristik-nya masing-masing. Memiliki pola pikir yang tidak harus sama.

Lalu sebenarnya, karakteristik pribadi seperti apa yang dianggap paling benar?
Apakah kita harus memiliki karakter yang sama untuk menjadi seorang karyawan?

Terdapat banyak sekali tipe kepribadian menurut beberapa ahli. Tipe kepribadian manusia dalam Psikologi pertama kali digaungkan oleh Hippocrates. Beliau memiliki pandangan bahwa alam semesta terdiri dari empat unsur (kering, basah, dingin dan panas).

Dari keempat hal ini diyakini juga terdapat dalam diri manusia. Kemudian pendapat ini dikembangkan oleh Galenus yang mengemukakan adanya dominasi salah satu cairan diatas akan menyebabkan kepribadian yang khas pada diri seseorang. Beliau kemudian mengklasifikasikan kepribadian manusia berdasarkan aspek temperamen dengan penjelasan:

Koleris
Melankolis
Plegmatis
Sanguinis
Kekuatan:
- Berjiwa leadership / pemimpin
Memiliki tujuan yang fokus, selalu produktif dan dinamis
- Suka kebebasan dan akan selalu bekerja keras selama hidupnya
- Bebas dan mandiri
-Berani menghadapi tantangan dan masalah
- Membuat dan menentukan tujuan
- Unggul dalam keadaan darurat
- Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat
- Suka tantangan
- Biasanya benar dan punya visi ke depan
-  Tidak begitu butuh teman
Berkemauan keras, tegas, dominan

Kelemahan:
-   Tidak sabar, cepat marah
-   Tidak suka sepele, bertele-tele / terlalu rinci
-   Terlalu kaku dan kuat/keras
Menyukai kontroversi/ pertengkaran
-   Suka memerintah
-   Tidak mudah mengalah
-   Mudah emosi, keras kepala
-Cenderung ceroboh, tergesa-gesa
- Sarkas dan dingin
-Sulit mengakui kesalahan dan sulit minta maaf
-Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain

Kekuatan:
-   Analistis, mendalam, dan penuh pikiran
-   Suka memerhatikan orang lain
-   Perfeksionis, standar tinggi, sensitif, hemat
-   Tidak suka menjadi perhatian
-   Serius dan bertujuan
-   Melihat masalah dan mencari solusi
-   Artistik, musikal, kreatif
-   Rela berkorban, idealis
-   Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi
-   Berteman dengan hati-hati
-   Puas dibalik layar
-   Senang perician, tekun, serba tertib, teratur (rapi)

Kelemahan:
-   Kurang bisa menyuarakan opini
-   Melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)
-   Mengingat yang negatif dan pendendam
-   Fokus pada cara atau proses daripada tujuan
-   Tertekan pada situasi tidak sempurna / berubah – ubah
-   Terlalu banyak waktu menganalisa dan rencana
-   Hidup berdasarkan definisi
-   Memerlukan persetujuan
-   Tukang kritik tetapi sensitif jika dikritik
-   Skeptis terhadap pujian (curiga jika dipuji)
-   Pilih-pilih /sulit sosialisasi

Kekuatan:
-      Cinta damai, netral, pendengar yang baik, selera humor yang baik
-      Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh
-      Emosi stabil, sabar, seimbang, dapat diandalkan
-   Simpatik dan baik hati (suka menyembunyikan emosi)
-     Kuat dibidang administrasi dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
-      Sistematis, efisien, objektif
-   Meyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan
-      Berbelas kasihan dan peduli
-      Mudah diajak rukun / damai
- Tidak banyak bicara tapi cenderung bijaksana
-      Penengah masalah yg baik
-      Baik di bawah tekanan
-      Tidak mudah dipengaruhi

Kelemahan:
- Kurang antusias terutama terhadap perubahan
-      Humor kering dan sarkas
-      Tidak tegas, sulit bergerak
-      Penakut, suka khawatir
-      Tidak suka dipaksa
- Menunda-nunda/ menggantungkan masalah
-    Kurang berorientasi pada tujuan
-      Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)
-      Terlalu pemalu dan pendiam
- Menghindari konflik dan tanggungjawab
-      Tidak senang didesak-desak

Kekuatan:
- Berhati tulus, kekanak-anakan, mudah bergaul, suka bicara, suka berkumpul
- Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)
- Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif
-Menyenangkan dan dicemburui orang lain
- Mudah memaafkan (tidak menyimpan dendam)
-   Mudah mengikuti kelompok
-  Ramah, rensponsive, antusias, ekspresif.
-   Dapat mencairkan suasana
-   Menyukai hal-hal spontan
-   Ceria, penuh rasa ingin tahu
-   Hidup dimasa sekarang
- Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian
-  Umumnya hebat dipermukaan
-  Mudah berteman dan menyukai orang lain

Kelemahan:
- Kurang disiplin, suka terlambat, egois, pelupa
-   Membesar-besarkan hal kecil
-   Sulit fokus (mudah berubah-ubah)
-   Mendominasi percakapan
-   Mudah dikendalikan keadaan
-Sering mengambil permasalahan orang lain seolah-olah permasalahannya
-   Sering mengulang cerita yang sama, susah diam
- Suara dan tertawa keras (bahkan terlalu keras)


Sedangkan menurut Florence Littauer dalam bukunya personality plus menjelaskan penjabaran mendetail tentang kepribadian manusia berdasarkan kategori terori Hippocrates dan Galenus. Bahwa seseorang berpeluang memiliki kepribadian campuran sebagai berikut:
-          Campuran Alami: Sanguinis-Koleris dan Melankolis-Plegmatis
-          Campuran Pelengkap: Koleris-Melankolis dan Sanguinis-Plegmatis
-          Campuran Berlawanan: Sanguinis-Melankolis dann Koleris-Plegmatis

Psikolog asal Swiss – Carl Gustav, menggolongkan kepribadian manusia berdasarkan sikap natural individual mereka yang secara umum dibagi ke dalam tiga golongan: Introvert, Ekstrovert dan Ambivert.

Introvert
Ekstrovert
Ambivert
Sikap individu dengan pandangan subjekif dalam setiap memahami dan memandang kehidupan. Sehingga dalam kenyataannya, tipikan manusia yang memiliki karakter ini lebih suka bekerja sendiri.

Tampak pendiam karena menyukai suasana tenang dan selalu berfikir ke dalam diri (reflektif).

Menggambarkan kepribadian yang selalu berfikir secara analitis dan mendalam.
Ekstrovert merupakan inversi dari kepribadian introvert. Menyukai hal hal yang melibatkan orang lain. Menyukai berada dalam komunitas dan aktivitas sosial.

Individu ini biasa dikenal dengan pribadi yang supel dan komunikatif. Membuka diri dan mudah bercerita kepada orang lain.

Mudah beradaptasi.
Ambivert adalah gabungan antara karakter introvert dan ekstrovert.

Pribadi ini sering disalahpahami sebagai orang yang mudah sekali berubah-ubah (pendiriannya).

Orang ambivert akan terlihat nyaman dengan keramaian, namun juga dapat menemukan kesenangan dalam kesendiriannya

Terkadang tampil menjadi orang yang banyak bicara dan dilain waktu menunjukkan sikap pendiam

Selain itu, menurut John L. Holland, tipe kepribadian manusia dalam Psikologi dengan menilai aspek pemilihan pekerjaan. Sebuah pekerjaan yang diambil merupakan interaksi antara faktor bawaan  (heredias) dengan faktor budaya, lingkungan sosial, keluarga.

1.      Tipe realistik
2.      Tipe intelektual atau investigative
3.      Tipe sosial
4.      Tipe konvensional
5.      Tipe wirausaha atau Entreprising
6.      Tipe artistik

Dan masih ada beberapa pengelompokan maupun definisi kepribadian seseorang menurut para ahli lainnya.

Dari penjelasan mengenai kepribadian secara umum diatas, tidak ada kepribadian yang lebih bagus atau lebih jelek, sebab masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan.

Lalu, kenapa TKP itu dianggap sulit? Mungkin karena kita kurang memahami bagaimana menjawab pertanyaan / menyikapi suatu keadaan yang dimisalkan pada soal TKP tersebut.

Lalu bagaimana juga strategi menghadapi soal TKP?
Badan Kepegawaian Negara (BKN) di akun Twitternya, kembali membagikan kiat bagaimana caranya agar lulus TKP.
“Sebagai mastr of TKP, rahasianya adalah #SobatBKKN harus punya mindset ‘sudah jadi PNS’. Dengan mindset itu, 35 soal TKP akan dilahap dengan mudah” (13/11/2018).

Selain itu BKN juga menambahkan BKN pernah membocorkan kiat mengerjakan soal TKP di akun twitter @BKNgoid,  yakni yang terpenting adalah menjadi diri sendiri, realistis dan membuktikan diri sebagai pegawai sipil yangn lebih baik.

“Be yourself, be realistic. Prove yourself as the better civil servant”.

Selamat untuk teman-teman yang sudah lulus tahap SKD dan semangat untuk ke tahap tes selanjut. Untuk teman-teman yang belum lulus tahap SKD juga tetap semangat. Insyaallah semua adalah yang terbaik.

*Mohon maaf jika dalam menjabarkan beberapa teori ada yang salah. Hanya sebuah opini pribadi dengan sedikit literatur karena tangan ‘gatel’ ingin ikut berkomentar terkait TKP karena masih menjadi perbincangan hangat dan karena hal ini juga kepribadian saya jadi menjadi bahasan -_-
CMIIW.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar