*Hanya
sebuah opini pribadi*
Oleh
Dwi Ismayati
Fenomena
TKP tentang nilai ambang batas SKD
pada
pengadaaan CPNS 2018.
Banyak
pelamar CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) 2018
yang tak memenuhi passing grade atau
nilai ambang batas pada pelaksanaan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). TKP
(Tes Karakteristik Pribadi) disebut-sebut menjadi yang tersulit dalam SKD CPNS
tahun ini. Passing grade untuk TKP
memang memiliki nilai ambang batas minimal yang paling tinggi daripada TWK dan
TIU. Saya sendiri merupakan salah satu pelamar CPNS yang gagal pada ujian SKD dikarenakan
nilai TKP yang tidak mencapai nilai ambang batas, meskipun nilai Tes Wawasan
Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU) sudah lolos. Hanya kurang satu
poin saja pada nilai TKP, maka tetap dianggap tidak lolos. Artinya semua passing grade TWK, TIU dan TKP harus
dipenuhi passing grade-nya untuk
lulus tahap SKD agar bisa lanjut ke tahap SKB (Seleksi Kompetensi Bidang).
TKP
merupakan salah satu rangkaian tes yang penting. Pada uji TKP ini, peserta
diberikan soal yang didalamnya mengandung soal cerita bagaimana cara menghadapi
masalah / persoalan yang ada, dan bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut
dengan tujuan untuk menilai karateristik pribadi seseorang. Pada uji TKP ini
tidak ada jawaban yang pasti atau tidak ada jawaban yang salah seperti pada tes
TWK dan TIU. Jawaban yang paling sesuai akan mendapatkan poin 5 dan jawaban
yang paling kurang sesuai mendapatkan poin 1 dari kelima pilihan jawaban multiple choice.
Saya
pernah mengikuti pelatihan wawancara profesional memasuki dunia kerja yang
diberikan oleh beberapa orang Psikolog profesional di Yogyakarta. Pelatihan
tersebut memberikan berbagai tips dan praktek langsung menghadapi wawancara
kerja, salah satu nya mengenai bagaimana cara menjawab pertanyaan terkait
karakteristik pribadi seseorang.
Misalnya,
ketika pewawancara bertanya:
“Bagaimana
sikap anda jika anda adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan. Pada suatu
hari anda sedang memiliki banyak tugas urgent
yang harus diselesaikan pada hari itu juga. Pekerjaan tersebut sangat
penting. Pada saat bersamaan, anda mendapatkan kabar bahwa anak anda sedang
sakit dan mengalami demam tinggi. Apa yang akan anda lakukan?”
Berdasarkan
pertanyaan tersebut, jawaban bisa bervariasi. Dan memang tidak ada jawaban yang
salah.
Anda
bisa menjawab:
“Saya
memilih untuk tetap mengerjakan pekerjaan saya, karena bagi saya bekerja harus
bertanggungjawab dan profesional, tidak boleh mencampur adukan masalah pribadi
dengan pekerjaan. Saya memiliki loyalitas yang tinggi dalam bekerja, tekun dan
ulet. Saya bekerja keras untuk anak-anak saya. Bagi saya, anak-anak saya sangat
penting, begitu pula dengan pekerjaan juga penting, karena saya bekerja pun
untuk menafkahi anak anak saya. Saya bisa menitipkan anak saya dengan neneknya
(Ibu saya). Dalam kasus ini, saya akan menyelesaikan tugas saya dengan segera agar
dapat segera pulang untuk merawat anak saya yang sedang sakit.”
Atau
Anda juga bisa menjawab:
“Saya
akan memilih untuk pulang dan merawat anak saya yang sedang sakit. Karena bagi
saya, anak adalah nomor satu dan segala nya bagi saya. Meskipun begitu, saya
tidak akan serta merta meninggalkan
tanggungjawab saya di kantor. Saya akan meminta tolong kepada rekan
kerja saya untuk menangani pekerjaan saya sementara waktu jika itu memang
benar-benar penting. Setelah melihat kondisi anak saya, dan jika memungkinkan
saya akan segera kembali ke kantor dan mengerjakan tugas dan tanggungjawab
saya.”
Dari
kedua jawaban tersebut, tidak ada yang bisa disalahkan. Meskipun kedua jawaban
tersebut sangat bertolak belakang. Tergantung bagaimana seseorang menyikapi
masalah tersebut.
Dari
pelatihan yang saya dapat dalam menghadapi wawancara profesional, saya belajar
bahwa setiap orang memiliki karakteristik-nya masing-masing. Memiliki pola
pikir yang tidak harus sama.
Lalu
sebenarnya, karakteristik pribadi seperti apa yang dianggap paling benar?
Apakah
kita harus memiliki karakter yang sama untuk menjadi seorang karyawan?
Terdapat
banyak sekali tipe kepribadian menurut beberapa ahli. Tipe kepribadian manusia
dalam Psikologi pertama kali digaungkan oleh Hippocrates. Beliau memiliki
pandangan bahwa alam semesta terdiri dari empat unsur (kering, basah, dingin
dan panas).
Dari
keempat hal ini diyakini juga terdapat dalam diri manusia. Kemudian pendapat
ini dikembangkan oleh Galenus yang mengemukakan adanya dominasi salah satu
cairan diatas akan menyebabkan kepribadian yang khas pada diri seseorang.
Beliau kemudian mengklasifikasikan kepribadian manusia berdasarkan aspek
temperamen dengan penjelasan:
|
Koleris
|
Melankolis
|
Plegmatis
|
Sanguinis
|
|
Kekuatan:
- Berjiwa
leadership / pemimpin
- Memiliki
tujuan yang fokus, selalu produktif dan dinamis
- Suka
kebebasan dan akan selalu bekerja keras selama hidupnya
- Bebas
dan mandiri
-Berani
menghadapi tantangan dan masalah
- Membuat
dan menentukan tujuan
- Unggul
dalam keadaan darurat
- Mencari
pemecahan praktis dan bergerak cepat
- Suka
tantangan
- Biasanya
benar dan punya visi ke depan
- Tidak
begitu butuh teman
- Berkemauan
keras, tegas, dominan
Kelemahan:
-
Tidak
sabar, cepat marah
-
Tidak
suka sepele, bertele-tele / terlalu rinci
-
Terlalu
kaku dan kuat/keras
- Menyukai
kontroversi/ pertengkaran
-
Suka
memerintah
-
Tidak
mudah mengalah
-
Mudah
emosi, keras kepala
-Cenderung
ceroboh, tergesa-gesa
- Sarkas
dan dingin
-Sulit
mengakui kesalahan dan sulit minta maaf
-Memanipulasi
dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain
|
Kekuatan:
-
Analistis,
mendalam, dan penuh pikiran
-
Suka
memerhatikan orang lain
-
Perfeksionis,
standar tinggi, sensitif, hemat
-
Tidak
suka menjadi perhatian
-
Serius
dan bertujuan
-
Melihat
masalah dan mencari solusi
-
Artistik,
musikal, kreatif
-
Rela
berkorban, idealis
-
Mau
mendengar keluhan, setia dan mengabdi
-
Berteman
dengan hati-hati
-
Puas
dibalik layar
-
Senang
perician, tekun, serba tertib, teratur (rapi)
Kelemahan:
-
Kurang
bisa menyuarakan opini
-
Melihat
masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan)
-
Mengingat
yang negatif dan pendendam
-
Fokus
pada cara atau proses daripada tujuan
-
Tertekan
pada situasi tidak sempurna / berubah – ubah
-
Terlalu
banyak waktu menganalisa dan rencana
-
Hidup
berdasarkan definisi
-
Memerlukan
persetujuan
-
Tukang
kritik tetapi sensitif jika dikritik
-
Skeptis
terhadap pujian (curiga jika dipuji)
-
Pilih-pilih
/sulit sosialisasi
|
Kekuatan:
-
Cinta
damai, netral, pendengar yang baik, selera humor yang baik
-
Mudah
bergaul, santai, tenang dan teguh
-
Emosi
stabil, sabar, seimbang, dapat diandalkan
- Simpatik
dan baik hati (suka menyembunyikan emosi)
- Kuat
dibidang administrasi dan cenderung ingin segalanya terorganisasi
-
Sistematis,
efisien, objektif
- Meyenangkan
dan tidak suka menyinggung perasaan
-
Berbelas
kasihan dan peduli
-
Mudah
diajak rukun / damai
- Tidak
banyak bicara tapi cenderung bijaksana
-
Penengah
masalah yg baik
-
Baik
di bawah tekanan
-
Tidak
mudah dipengaruhi
Kelemahan:
- Kurang
antusias terutama terhadap perubahan
-
Humor
kering dan sarkas
-
Tidak
tegas, sulit bergerak
-
Penakut,
suka khawatir
-
Tidak
suka dipaksa
- Menunda-nunda/
menggantungkan masalah
- Kurang
berorientasi pada tujuan
-
Keras
kepala, sulit kompromi (karena merasa benar)
-
Terlalu
pemalu dan pendiam
- Menghindari
konflik dan tanggungjawab
-
Tidak
senang didesak-desak
|
Kekuatan:
- Berhati
tulus, kekanak-anakan, mudah bergaul, suka bicara, suka berkumpul
- Mudah
berubah (banyak kegiatan / keinginan)
- Secara
fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif
-Menyenangkan
dan dicemburui orang lain
- Mudah
memaafkan (tidak menyimpan dendam)
-
Mudah
mengikuti kelompok
- Ramah,
rensponsive, antusias, ekspresif.
-
Dapat
mencairkan suasana
-
Menyukai
hal-hal spontan
-
Ceria,
penuh rasa ingin tahu
-
Hidup
dimasa sekarang
- Senang
dengan pujian dan ingin menjadi perhatian
- Umumnya
hebat dipermukaan
- Mudah
berteman dan menyukai orang lain
Kelemahan:
- Kurang
disiplin, suka terlambat, egois, pelupa
-
Membesar-besarkan
hal kecil
-
Sulit
fokus (mudah berubah-ubah)
-
Mendominasi
percakapan
-
Mudah
dikendalikan keadaan
-Sering
mengambil permasalahan orang lain seolah-olah permasalahannya
-
Sering
mengulang cerita yang sama, susah diam
- Suara
dan tertawa keras (bahkan terlalu keras)
|
Sedangkan
menurut Florence Littauer dalam bukunya personality
plus menjelaskan penjabaran mendetail tentang kepribadian manusia
berdasarkan kategori terori Hippocrates dan Galenus. Bahwa seseorang berpeluang
memiliki kepribadian campuran sebagai berikut:
-
Campuran Alami: Sanguinis-Koleris dan
Melankolis-Plegmatis
-
Campuran Pelengkap: Koleris-Melankolis
dan Sanguinis-Plegmatis
-
Campuran Berlawanan:
Sanguinis-Melankolis dann Koleris-Plegmatis
Psikolog
asal Swiss – Carl Gustav, menggolongkan kepribadian manusia berdasarkan sikap
natural individual mereka yang secara umum dibagi ke dalam tiga golongan:
Introvert, Ekstrovert dan Ambivert.
|
Introvert
|
Ekstrovert
|
Ambivert
|
|
Sikap
individu dengan pandangan subjekif dalam setiap memahami dan memandang
kehidupan. Sehingga dalam kenyataannya, tipikan manusia yang memiliki
karakter ini lebih suka bekerja sendiri.
Tampak
pendiam karena menyukai suasana tenang dan selalu berfikir ke dalam diri
(reflektif).
Menggambarkan
kepribadian yang selalu berfikir secara analitis dan mendalam.
|
Ekstrovert
merupakan inversi dari kepribadian introvert. Menyukai hal hal yang
melibatkan orang lain. Menyukai berada dalam komunitas dan aktivitas sosial.
Individu
ini biasa dikenal dengan pribadi yang supel dan komunikatif. Membuka diri dan
mudah bercerita kepada orang lain.
Mudah
beradaptasi.
|
Ambivert
adalah gabungan antara karakter introvert dan ekstrovert.
Pribadi
ini sering disalahpahami sebagai orang yang mudah sekali berubah-ubah
(pendiriannya).
Orang
ambivert akan terlihat nyaman dengan keramaian, namun juga dapat menemukan
kesenangan dalam kesendiriannya
Terkadang
tampil menjadi orang yang banyak bicara dan dilain waktu menunjukkan sikap
pendiam
|
Selain
itu, menurut John L. Holland, tipe kepribadian manusia dalam Psikologi dengan
menilai aspek pemilihan pekerjaan. Sebuah pekerjaan yang diambil merupakan
interaksi antara faktor bawaan
(heredias) dengan faktor budaya, lingkungan sosial, keluarga.
1. Tipe
realistik
2.
Tipe intelektual atau investigative
3.
Tipe sosial
4.
Tipe konvensional
5.
Tipe wirausaha atau Entreprising
6. Tipe
artistik
Dan
masih ada beberapa pengelompokan maupun definisi kepribadian seseorang menurut
para ahli lainnya.
Dari
penjelasan mengenai kepribadian secara umum diatas, tidak ada kepribadian yang
lebih bagus atau lebih jelek, sebab masing-masing memiliki kekuatan dan
kelemahan.
Lalu,
kenapa TKP itu dianggap sulit? Mungkin karena kita kurang memahami bagaimana menjawab
pertanyaan / menyikapi suatu keadaan yang dimisalkan pada soal TKP tersebut.
Lalu
bagaimana juga strategi menghadapi soal TKP?
Badan
Kepegawaian Negara (BKN) di akun Twitternya, kembali membagikan kiat bagaimana
caranya agar lulus TKP.
“Sebagai
mastr of TKP, rahasianya adalah #SobatBKKN harus punya mindset ‘sudah jadi PNS’.
Dengan mindset itu, 35 soal TKP akan dilahap dengan mudah” (13/11/2018).
Selain
itu BKN juga menambahkan BKN pernah membocorkan kiat mengerjakan soal TKP di
akun twitter @BKNgoid, yakni yang
terpenting adalah menjadi diri sendiri, realistis dan membuktikan diri sebagai
pegawai sipil yangn lebih baik.
“Be yourself, be
realistic. Prove yourself as the better civil servant”.
Selamat
untuk teman-teman yang sudah lulus tahap SKD dan semangat untuk ke tahap tes
selanjut. Untuk teman-teman yang belum lulus tahap SKD juga tetap semangat. Insyaallah
semua adalah yang terbaik.
*Mohon
maaf jika dalam menjabarkan beberapa teori ada yang salah. Hanya sebuah opini pribadi dengan sedikit literatur karena tangan ‘gatel’ ingin ikut
berkomentar terkait TKP karena masih menjadi perbincangan hangat dan karena hal
ini juga kepribadian saya jadi menjadi bahasan -_-
CMIIW.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar