Jumat, 01 Mei 2015

Bismillahirrohmanirrohim


Dia adalah salah satu orang yang berpengaruh dalam hidupku. He is my inspiration, salah satu orang yang terus membuatku menggantungkan mimpi dan cita-citaku setinggi langit. Mengajarkanku arti hidup dan kehidupan, mengajari ku arti cinta yang sesungguhnya. Terimkasih atas setiap perjalanan hidup dan pelajaran hidup yang telah kita lalui. Banyak belajar dari perjalanan cinta kita yang sempat putus-nyambung. Belajar dari menjalani hubungan dengan orang lain. Mencoba melupakannya. Tetapi perasaan ini tetap kembali untuknya. Wajar bila aku mendapat julukan sumo "susah move on"

Mengalami kegagalan beberapa kali dalam hal cinta membuatku galau. Lagi, lagi dan lagi aku galau karena orang yang sama. 4 tahun mencintainya membuat dadaku sesak. Menangisinya bukan hal yang baru bagiku. Perlahan, aku mulai mendekatkan diri kepada Allah. Aku mengadu kepada Allah tentang setiap masalahku. Mencoba mencari titik terang, pencerahan dan kedamaian hati. Aku mulai bergaul dengan teman-teman muslim yang senang berdakwah. Aku mulai mengikuti pengajian dan kajian tentang cinta. Aku mulai menyukai membaca buku-buku agama, membaca buku-buku tentang cinta dan pacaran dalam islam.
Semakin aku mengkaji cinta, mempelajari islam dan mendekatkan diri kepada Sang pencipta, sedikit-banyak aku mengerti mengenai cinta. Perlahan hatiku mulai damai, aku mulai paham dan mencoba untuk lebih mengerti makna cinta. Cinta tidak pernah salah. Cinta adalah sesuatu yang istimewa yang merupakan anugerah Allah yang indah dan suci jika kita dapat melihat kesuciannya. Emosi yang masih labil dapat membuat kita salah dalam memperlakukan cinta.
Mencoba memahami penggalan firman Allah:
“Dan janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji dan jalan yang buruk” (Q.S. Al-Isra’ : 32)
Sudah jelas bahwa Allah SWT melarang apapun yang menjadi pengantar zina, termasuk pacaran.
Ketika kita rela melepaskan seseorang, perlahan kita akan merasakan arti cinta yang sebenarnya. Aku mulai belajar sudut pandang baru mengenai cinta. Jodoh, rezeki dan kematian semuanya telah ditentukan oleh Allah. Jika memang jodoh, ada saja jalan yang diberikan Allah untuk bersatu. Cinta bukannya tidak harus memilliki. Cinta boleh memiliki hanya untuk orang yang berhak dan waktu yang tepat.
Astagfirullah. Berulangkali aku beristighfar. Ya Allah ampuni aku yang telah salah memahami makna dan arti cinta yang sebenarnya. Ampuni aku yang banyak berbuat dosa karena salah menempatkan cinta. Cinta yang hakiki dan sebenar-benarnya cinta hanyalah kepada-Mu. Semoga cinta ku kepada dia tidak melebihi cintaku kepada-Mu. Aku mencintai dia karena Engkau menitipkan perasaan ini kepadaku. Semoga aku mencintai dia karena Engkau Ya Allah dan tetap selalu di jalan-Mu.
Semoga Allah memberi kemudahan untuk mewujudkan niat baik ini untuk selalu istiqomah.  Aku percaya akan kekuatan cinta, kekuatan hati ini. Jika memang aku dan dia ditakdirkan bersama, aku percaya semua akan indah pada waktunya. Jika memang dia bukan jodohku, akupun percaya bahwa Allah telah menyiapkan jodoh yang pantas untukku. Tugasku hanyalah memantaskan diri untuk menjadi istri yang baik bagi suamiku kelak. Baik bagi keluarga dan anak-anakku dimasa yang akan datang.
Teruntuk-mu
Sungguh. Tak ada niat sedikitpun dari diriku untuk kembali menjalani hubungan pacaran denganmu. Sebuah hubungan yang tidak direstui Allah. Perlahan aku menyadari bahwa arti cinta sebenarnya adalah melepaskan. Mencintaimu dengan cara memelukmu dalam doa, itu sudah cukup bagiku. Aku sadar bahwa jika kita mencintai seseorang, tidak harus sesorang itu juga mencintai kita. Cinta tidaklah mengharapkan imbalan dan upah dari seseorang yang dicintainya. Cinta itu ikhlas.
Pelan-pelan, kita mulai saling menjauh dan saling menjaga jarak. Menjaga hati agar tidak terbawa hawa nafsu. Melepaskan dan saling mengikhlaskan. Terimakasih untuk semua pelajaran berharga yang telah kau berikan. Terimakasih untuk setiap motivasimu dan telah menjadi inspirasi dalam hidupku. Terimakasih telah mengajariku arti sebuah keihklasan. Terimakasih atas kedewasaan tentang cinta yang kau ajarkan. Cinta yang tak sekadar kata-kata dan tak hanya sebatas duniawi semata. Mencintai karena Allah dan tetap dijalan Allah merupakan sebuah keindahan dan kesempurnaan cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar