Dia adalah salah satu orang yang berpengaruh dalam hidupku. He is my inspiration,
salah satu orang yang terus membuatku menggantungkan mimpi dan cita-citaku
setinggi langit. Mengajarkanku arti hidup dan kehidupan, mengajari ku arti
cinta yang sesungguhnya. Terimkasih atas setiap perjalanan hidup dan pelajaran
hidup yang telah kita lalui. Banyak belajar dari perjalanan cinta kita yang sempat putus-nyambung. Belajar dari menjalani hubungan dengan orang lain. Mencoba melupakannya. Tetapi perasaan ini tetap kembali untuknya. Wajar bila aku mendapat julukan sumo "susah move on"
Mengalami
kegagalan beberapa kali dalam hal cinta membuatku galau. Lagi, lagi dan lagi
aku galau karena orang yang sama. 4 tahun mencintainya membuat dadaku sesak. Menangisinya bukan hal yang baru bagiku.
Perlahan, aku mulai mendekatkan diri kepada Allah. Aku mengadu kepada Allah
tentang setiap masalahku. Mencoba mencari titik terang, pencerahan dan kedamaian
hati. Aku mulai bergaul dengan teman-teman muslim yang senang berdakwah. Aku
mulai mengikuti pengajian dan kajian tentang cinta. Aku mulai menyukai membaca
buku-buku agama, membaca buku-buku tentang cinta dan pacaran dalam islam.
Semakin
aku mengkaji cinta, mempelajari islam dan mendekatkan diri kepada Sang
pencipta, sedikit-banyak aku mengerti mengenai cinta. Perlahan hatiku mulai
damai, aku mulai paham dan mencoba untuk lebih mengerti makna cinta. Cinta
tidak pernah salah. Cinta adalah sesuatu yang istimewa yang merupakan anugerah
Allah yang indah dan suci jika kita dapat melihat kesuciannya. Emosi yang masih
labil dapat membuat kita salah dalam memperlakukan cinta.
Mencoba
memahami penggalan firman Allah:
“Dan
janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji
dan jalan yang buruk” (Q.S. Al-Isra’ : 32)
Sudah
jelas bahwa Allah SWT melarang apapun yang menjadi pengantar zina, termasuk
pacaran.
Ketika
kita rela melepaskan seseorang, perlahan kita akan merasakan arti cinta yang
sebenarnya. Aku mulai belajar sudut pandang baru mengenai cinta. Jodoh, rezeki
dan kematian semuanya telah ditentukan oleh Allah. Jika memang jodoh, ada saja
jalan yang diberikan Allah untuk bersatu. Cinta bukannya tidak harus memilliki.
Cinta boleh memiliki hanya untuk orang yang berhak dan waktu yang tepat.
Astagfirullah.
Berulangkali aku beristighfar. Ya Allah ampuni aku yang telah salah memahami
makna dan arti cinta yang sebenarnya. Ampuni aku yang banyak berbuat dosa
karena salah menempatkan cinta. Cinta yang hakiki dan sebenar-benarnya cinta
hanyalah kepada-Mu. Semoga cinta ku kepada dia tidak melebihi cintaku
kepada-Mu. Aku mencintai dia karena Engkau menitipkan perasaan ini kepadaku.
Semoga aku mencintai dia karena Engkau Ya Allah dan tetap selalu di jalan-Mu.
Semoga
Allah memberi kemudahan untuk mewujudkan niat baik ini untuk selalu istiqomah. Aku percaya akan kekuatan cinta, kekuatan hati
ini. Jika memang aku dan dia ditakdirkan bersama, aku percaya semua akan indah
pada waktunya. Jika memang dia bukan jodohku, akupun percaya bahwa Allah telah
menyiapkan jodoh yang pantas untukku. Tugasku hanyalah memantaskan diri untuk
menjadi istri yang baik bagi suamiku kelak. Baik bagi keluarga dan anak-anakku
dimasa yang akan datang.
Teruntuk-mu
Sungguh. Tak ada niat sedikitpun dari diriku untuk kembali menjalani hubungan
pacaran denganmu. Sebuah hubungan yang tidak direstui Allah. Perlahan aku
menyadari bahwa arti cinta sebenarnya adalah melepaskan. Mencintaimu dengan
cara memelukmu dalam doa, itu sudah cukup bagiku. Aku sadar bahwa jika kita
mencintai seseorang, tidak harus sesorang itu juga mencintai kita. Cinta
tidaklah mengharapkan imbalan dan upah dari seseorang yang dicintainya. Cinta
itu ikhlas.
Pelan-pelan,
kita mulai saling menjauh dan saling menjaga jarak. Menjaga hati agar tidak
terbawa hawa nafsu. Melepaskan dan saling mengikhlaskan. Terimakasih untuk
semua pelajaran berharga yang telah kau berikan. Terimakasih untuk setiap
motivasimu dan telah menjadi inspirasi dalam hidupku. Terimakasih telah mengajariku
arti sebuah keihklasan. Terimakasih atas kedewasaan tentang cinta yang kau
ajarkan. Cinta yang tak sekadar kata-kata dan tak hanya sebatas duniawi semata.
Mencintai karena Allah dan tetap dijalan Allah merupakan sebuah keindahan dan
kesempurnaan cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar